Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Kamis, 28 Desember 2017

Heboh ke Singapura

Ada banyak orang yang berkunjung ke luar negeri masih menjadi angan-angan. Begitu juga mereka yang akan melakukan kunjungannya pertama kali. Banyak sekali, dan biasanya mereka akan merasakan semacam kegembiraan yang membuat susah tidur, khususnya di malam sebelum keberangkatan. Ini normal ya, sama seperti hal-hal lain yang akan dilakukan untuk pertamakalinya. Nah, berikut saya akan menulis pengalaman saya dulu. Semoga bisa bermanfaat khususnya bagi yang sudah bersiap berangkat. Bagi yang sudah bolak-balik ke sana... Senyum saja ya! pengalaman pertama memang selalu menggelitik bukan?

Jadi, negara pertama saya dulu adalah Singapura. Memilihnya waktu itu karena faktor transportasi umum, yang konon paling maju di Asia Tenggara. Sehingga saya berpikir bisa berkeliling dengan mudah. Awalnya sempat pilih-pilih agen perjalanan tapi akhirnya saya putuskan melakukannya secara mandiri. Jadi Bisa dibilang pengalaman saya ini 100% nekat. Baiklah, tiket saya beli di Traveloka, caranya bisa langsung kunjungi situs mereka atau download aplikasinya di Google play. Saat itu saya pilih Lion Air karena tiketnya paling murah. Nah, Jika kebetulan kalian belum pernah ke Bandara sebelumnya, coba baca artikel terdahulu saya tentang naik pesawat pertama kali. Tapi untuk ke luar negeri. ternyata jika paspor kurang dari enam bulan masa berlaku habis, petugas  imigrasi di Bandara akan menolak keberangkatan kita. Kebetulan paspor saya waktu itu mendekati batas enam bulan ini, tinggal dua hari kalau gak salah, jadi ada sedikit perdebatan meski akhirnya aku berhasil berangkat setelah meyakinkan bahwa kepergianku hanya untuk dua hari. Artinya sebelum batas enam bulan itu aku sudah kembali ke Indonesia. Ya untungnya waktu itu saya membeli tiket pulang pergi sekaligus. Selain itu rupanya barang bawaan kita juga dibatasi ketat. Saat itu aku membawa parfum splash colonge dan minuman, disita, karena melebihi batas maksimal 100ml yang diperbolehkan.
Setibanya di Bandara Changi Singapura, saya lupa terminal berapa, saya duduk-duduk dulu di kursi yang banyak tersedia di seantero bandara. Free wifi tapi harus dengan download aplikasi bandara. Aku lalu melanjutkan perjalanan ke pintu keluar. Jauh sekali rupanya, tapi untung ada escalator mendatar yang membantuku untuk menyusuri bandara. Di ujung terminal, sudah antri orang yang ternyata semacam pemeriksaan imigrasi. Jadi kita harus mengambil satu formulir untuk diisi data kita, tujuan, keperluan dll selama di Singapura. Lalu diserahkan ke petugas untuk disetujui. Kebetulan yang melayaniku petugasnya sedikit ketus, apalagi aku terlihat bingung dan... Yah,  karena aku tidak mencantumkan tempat menginap, maka petugas itu dengan sedikit marah menggiringku ke ruang pemeriksaan. Di ruangan itu sudah ada dua orang yang mungkin mengalami hal yang sama denganku, tapi dia dipersilahkan pergi beberapa saat setelah saya datang oleh petugas lain yang kemudian menanyaiku banyak hal. Seperti interogasi. Aku jelaskan jika kepergianku ke Singapura hanya untuk jalan-jalan dan makanya aku tidak mencari hotel tempat menginap. Aku juga meyakinkan dia dengan tiket pulang-pergi. Buku tabungan, akun sosial media, pekerjaan semua di tanyakan. Tapi alhamdulillah akhirnya setelah hampir dua jam, saya bisa keluar dari terminal kedatangan
(bersambung)