Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Rabu, 29 Desember 2010

Menang Tidak Menang Tetap Senang


Menang tidak menang tetap senang. Kalimat itu terdengar sportif dan berjiwa besar. Memang seharusnya demikian menjadi suporter di pertandingan apapun. Tapi khusus untuk pertandingan leg kedua di final piala AFF 2010 nanti malam, kalimat tadi pasti memiliki makna yang lebih besar untuk dunia bola Indonesia.

Kekalahan Timnas Indonesia 0-3 pada leg pertama di Kualalumpur membuat 'Garuda' harus berjuang lebih berat dari pada Timnas Malaysia. Kemenangan minimal 4-0 mutlak diperlukan bila ingin menjadi juara. Berat memang, tapi bukan berarti harus pesimis. Apalagi kalau melihat pertandingan di babak penyisihan dimana Garuda bisa membantai 5-1. Betapa senangnya jika kesuksesan itu terulang, bukan hanya senang karna menjadi juara baru AFF tapi juga senang karna telah memuaskan dahaga prestasi selama lebih dari limabelas tahun. Satu lagi pasti senang karna telah sukses menjadi tuan rumah dan sekaligus mengangkat piala.

Lalu bagaimana bila kalah? Kecewa tidak menjadi juara pasti ada, tapi aku yakin banyak yang tetap senang. Senang karna sempurna sudah momentum untuk mereformasi PSSI. Sebagaimana kita lihat selama ini begitu banyak orang yang menginginkan perbaikan namun selalu saja terulang kesalahan yang sama. Kacaunya jadwal ISL hingga amburadulnya distribusi tiket tidak membuat PSSI berbenah diri. Bahkan Nurdin Halid, sang ketua umum dengan penuh percaya diri mengklaim inilah saatnya panen atas apa yang selama ini ditanamnya. Klaim itu tentu saja membuat banyak orang tidak nyaman. Semua itu karna banyak yang menganggap Nurdin Halid lah yang harus bertanggung jawab atas keterpurukan Timnas selama ini. Ketidaknyamanan itu semakin dalam ketika dengan penuh percaya diri sekali lagi, Nurdin Halid membanggakan diri, memuji sendiri keberhasilannya membawa Timnas seperti sekarang ini. Padahal belum juga juara. Hal lainnya adalah upayanya menarik PSSI ke dalam politik. Jadi bila memang Timnas harus tertunda keberhasilannya, tentu akan sangat menyenangkan, setidaknya bagiku. Karna ini akan menjadi tamparan nyata buat Nurdin Halid, sehingga dia akan benar-benar malu dengan kepercayaan dirinya akhir-akhir ini. Tapi itupun kalau dia masih punya malu. Kenyataannya meski mantan napi dan menjadi koruptor, dia tetap santai duduk sebagai ketua umum PSSI. Kekalahan Timnas nanti (semoga tidak terjadi) akan menjadi titik awal mereformasi PSSI khususnya dalam rangka menggulingkan Nurdin Halid. Jangan tanya lagi kenapa dia harus digulingkan!!

Menang senang, tidak menang tetap senang. Bahkan akan lebih senang. Bukan karna tidak mendukung Timnas, tapi justru untuk membutanya lebih baik di masa selanjutnya. Tapi lepas dari semua itu, apapun hasil dari pertandingan ini nanti, itulah yang terbaik bagi kita semua. Semoga tetap sportif dan bravo Indonesia!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar