Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Minggu, 26 Desember 2010

Maaf Alferd, Beginilah PSSI!!


Malaysiacheatlaser, ada juga beberapa kata lain yang menjadi trending topic di dua jejaring sosial terbesar saat ini paska kekalahan Timnas Indonesia 0-3 dari Timnas Malaysia. Facebook dan Twitter benar-benar ramai dengan perbincangan tentang ulah fans (suporter) Malaysia yang dianggap melakukan kecurangan pada leg pertama AFF CUP 2010 Stadion Bukit Jalil Kualalumpur Malaysia. Banyak yang mengamini anggapan tersebut namun tidak termasuk Alfred Riedl, pelatih Timnas Indonesia itu menolak keras kekalahan tim racikannya akibat sinar laser.

Yah, begitulah sikap olahragawan sejati. Tidak ada kambing hitam atas kekalahan dan mampu mengucapkan selamat atas kemenangan lawan. Namun berbeda dengan Alfred Riedl, para petinggi PSSI justru menyalahkan sinar laser, bahkan Menpora Andi Malarangeng pun demikian.

Sebagai tim profesional dan bermain ditingkat tertinggi AFF, Alfred Riedl tahu akan adanya berbagai kejadian non teknis seperti itu. Dan tentu saja dia telah membentengi para pemainnya agar tetap fokus pada pertandingan. Namun hal sebaliknya justru dilakukan petinggi PSSI, bahkan sehari sebelum pertandingan dimulai, mereka mengancam akan walk out jika pemain mendapat gangguan laser. Sikap ini sungguh tidak mencerminkan kebesaran tim garuda yang telah terbang dengan gagah perkasa ke final. Sikap ini sungguh membuat PSSI terkesan cengeng dan tidak siap kalah. Maka lihatlah akibatnya, blunder!! Firman Utina dkk pun terpancing oleh ulah fans Malaysia. Markus Horison menarik teman-temannya ke tepi lapangan dan pertandinganpun terhenti di awal babak kedua. Inilah awal dari kekalahan itu. Tenggelam sudah keperkasaan Garuda dalam cengkraman Harimau Malaya 3-0.

Mencari kambing hitam soal kekalahan, petinggi PSSI paling jago menemukannya. Tapi mereka tidak akan pernah menyadari bahwa sebenarnya merekalah yang menentukan semuanya. Setelah Alfred Riedl meracik tim yang berkualitas dengan kemampuan teknik tinggi, selanjutnya adalah PSSI, sebagai induk olahraga ini harus mampu merawatnya. PSSI harus memberi motivasi bukan provokasi. PSSI harus menambah daya juang bukan malah menjadikannya cengeng. PSSI harus berbenah bukan malah bangga dengan segala kekurangannya.

Masih ada waktu! Leg kedua akan berlanggsung tanggal 29 nanti di Gelora Bung Karno Jakarta. Peluang sekecil apapun masih bisa menentukan. Dan semoga petinggi PSSI tidak melakukan blunder lagi! Atau lebih baik diam saja dulu kalau takut kalah! Jangan mengeluarkan pernyataan dulu kalau hanya mau merengek dan mengeluh! Biarkan kami, suporter yang mengobarkan terus semangat juangnya!
Garuda didadaku! Garuda kebanggaanku! Kuyakin hari ini pasti menang! Bravo Timnas Indonesia!!

*amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar