Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Selasa, 10 Agustus 2010

Kemana Akan Pergi Setelah Mati

Sabtu, 07 Agustus 2010 mungkin adalah hari yang tidak akan terlupakan bagi beberapa anggota dewan yang saat itu tengah menaiki perahu diperairan Bunaken Sulawesi Utara. Perahu yang mereka tumpangi dihempaskan ombak ke tembok dermaga dan hancur berkeping-keping. Dua orang tewas seketika dan salah satunya adalah Setia Permana, Anggota Komisi III DPR RI.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. Disini aku tidak akan membahas kecelakaan itu apaupun tentang para korbannya. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa ternyata banyak komentar-komentar bernada syukur dan caci dihampir semua berita yang mengulasnya. Hal inilah yang memicu aku untuk berkata.. "Banyak orang kecewa terhadap anggota dewan, hingga kematiannya pun tidak membuat mereka simpati". Kematian seseorang biasanya akan mengundang simpati dan belasungkawa dari orang lain, tapi tidak kali ini. Aku baca dari detik.com, hampir semua komentar yang ada, justru bernada sinis dan cenderung menyumpahi. Aku sendiri sempat berpikir jangan-jangan benar kata mereka, ini adalah hukuman dan keadilan Tuhan. Memang kurang etis kalau kita menghujat orang yang sudah meninggal, tapi aku rasa tidak berlebihan juga kalau akhirnya banyak yang melakukan hal itu. Justru itu akan bermanfaat bagi anggota dewan lainnya yang mau berfikir.

Sebagai pemegang amanat rakyat dalam bernegara, hendaknya bisa berbuat yang terbaik. Setidaknya tidak menampakkan kenyamanan hidupnya di hadapan rakyat yang masih menderita. Satu kenyataan berbicara, seorang anggota dewan yang meninggal dengan tragis justru disyukuri. Inilah menurutku dampak dari rasa kesal yang menumpuk. Kekecewaan demi kekecewaan diberikan oleh anggota dewan silih berganti. Tidak perlu aku sebutkan disini, karna banyak media telah memberitakannya. Yang jelas bila anggota dewan lainya tidak ingin mengalami hal yang sama dengan Setia Permana, masih ada waktu untuk memperbaiki.

Kepada beberapa anggota dewan yang terhormat. Kiranya apa yang dialami oleh salah satu teman kalian, hendaknya menjadi pendorong untuk memulai gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Bila terlalu sayang dengan apa yang telah kalian nikmati selama ini, lakukanlah perubahan itu setidaknya untuk diri kalian sendiri. Bila akhirat terlalu jauh dari jangkauan cara berpikir kalian, maka pikirkan saja tentang nama baik, pencitraan dan harga diri sendiri. Namun bila ternyata masih enggan melakukannya, baiklah, lakukan perubahan itu demi kenyamanan batin sendiri. Ingat, was-was dan desiran darah yang terlalu sering, bisa memicu depresi hingga gila mendadak. Apa bila dengan semua itu, kalian masih berat juga memulai satu perubahan? Hendaknya kalian mulai bertanya.. "kemana aku pergi setelah mati"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar