Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Selasa, 17 Agustus 2010

Kado Yang Menggemaskan

Kado yang paling istimewa untuk HUT Negriku RI ke-65 ini adalah keberhasilan pemerintah membuat "gemas" aku (yang pasti) dan (mungkin) sebagian lain masyarakat. gemas. Menggemaskan karna benar-benar terkesan lamban dalam bersikap dan menjadi kado karna terjadi dibulan kemerdekaan. Penahanan atas tiga petugas dinas kelautan dan perikanan (DKP) oleh polisi Malaysia karna telah menangkap tujuh warganya diperairan Indonesia. Itulah kado yang istimewa itu.

Lagi-lagi karna aku buta tentang batas wilayah antar negara, maka disini aku hanya gemas dengan sikap pemerintah atas kasus diatas. Betapa tidak, reaksi pertama yang muncul dari Kementrian kelautan adalah meminta Kementrian luar negri untuk mengurusnya dengan alasan menyangkut batas wilayah negara. Sementara Kementrian luar negeri mengatakan tidak bisa gegabah menangani masalah ini karna batas wilayah di tempat kejadian memang belum jelas. Senada dengan kedua intansi tadi, Presiden SBY juga hanya meminta masalah itu diselesaikan dengan sebaik-baiknya, tanpa ada sikap yang tegas. Bahkan untuk sekedar mengirim nota protes saja tidak dilakukan dengan alasan tidak mau gegabah. Hal ini berbeda jauh dengan pemerintah Malaysia yang langsung meminta ketujuh wargannya dibebaskan. Bahkan ketika kantor keduataannya di Indonesia didemo dan mengalami sedikit kerusakan, pihaknya langsung mengirim nota protes. Dari cara menangani masalah ini saja, jelas bahwa Malaysia ternyata lebih berani dan tegas. Padahal bila dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk, seharusnya Indonesia jauh lebih berani. Siapa yang tidak gemas coba, ha!! Lebih geregetan lagi ternyata akhirnya Indonesia harus menyerah dan menukarkan tiga petugas DKP dengan tujuh nelayan yang ditangkapnya. Sudah begitu katanya ini bukan penukaran tapi hasil diplomasi. Tobat dah!!

Sebagai warga negara Indonesia, aku tidak pernah ihlas dengan cara penyelesaian diatas. Apapun namanya yang jelas tiga petugas DKP Indonesia telah ditukar dengan tujuh pencuri ikan Malaysia. Sungguh, ini sama dengan memberi pupuk bagi Malaysia untuk terus menumbuhkan keberanian menantang Indonesia. Dalam benak mereka bisa saja berkata "Indonesia, badannya saja besar tapi nyalinya kecil" begitulah kira-kira sehingga dengan penuh percaya diri mereka selalu melakukan provokasi. Apalagi setelah melihat akhir dari masalah-masalah yang dihasilkan. Aku yakin Malaysia akan semakin meningkatkan provokasinya sambil terus memantau sejauh mana kemampuan Indonesia menjaga wilayahnya. Kalau dirasa tepat, Malaysia akan mengambil alih sedikit demi sedikit tanah-tanah kita Indonesia.

Sungguh merupakan kado yang menggemaskan dan 'berhasil'. Akau tidak akan pernah melupakannya. Terimakasih Fadel Muhammad, terimakasih Marti Natalegawa, dan terimakasih Susilo Bambang Yudoyono. Lanjutkan membangun "negara" hingga tercapai semua apa yang kalian cita-citakan. Tobat!!
Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar