Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Minggu, 29 Agustus 2010

Pemandian


Di Sekitar tempatku bekerja, masih banyak sekali tempat pemandian umum ditengah-tengah alam terbuka. Seperti yang dipakai temanku untuk phose itu, itu adalah sebuah sumber air abadi yang di tata sedemikian rupa sehingga nyampan untuk digunakan. Banyak warga yang mandi bersama disana, segar airnya dan arsitektur yang mengelilingi bak mandi di kolam suci raja-raja masa lalu.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Pemandian alam terbuka, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Minggu, 22 Agustus 2010

Siomay Ikan


Pulang dari Jimbaran, aku mampir untuk menikmati lezatnya siomay ikan khas Bandung. Malam itu aku dan Anen usai menghadiri buka bersama di rumah Mureno dan Henrik di perumahan Puri Indah Jimbaran. Jauhnya perjalanan membuat perut kosong kembali meski sebelumnya penuh oleh jamuan yang dihidangkan.

Photo by. Anen
Tempat. Warung siomay, jalanan Denpasar - Bali
Waktu. Rabu, 25 Agustus 2010

Mie Goreng


Berawal ketika kemaren aku membuat tumis kangkung basah, kuah yang tercipta tidak aku buang melainkan aku simpan di lemari es. Hari ini aku siapkan dua butir telur, empat potong telur rebus organik dan tiga paket mie keriting biasa. Dengan keahlianku memasak, jadilah mie goreng spesial yang siap aku santap saat buka puasa dihari ke-17 Ramadan ini.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Ruang tamu messroom taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Sabtu, 28 Agustus 2010

Senin, 23 Agustus 2010

Dari Belanda


Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya datang juga kartu sepesial dari Belanda. Aku bilang sepesial karna kartu itu dikirim oleh sahabat baik yang bertemu di situs sosial. Dia adalah Martin warga negara Belanda. Semoga kartu ini bisa mempererat pertalian yang sudah terjalin. Dan dihari ulang tahunnya ini, aku ucapakan.. Happy birthday Martin, Wish you get wathever u want and happy forever..

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Kantor taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Selasa, 24 Agustus 2010

Hamparan Hijau


Sebagian besar wilayah sekitar tempat aku bekerja adalah hamparan hijau yang sejuk. Ditambah posisi tanah yang turun naik, membuat suasana disekelilingku indah dan segar. Seperti siang itu, saat kesibukan di kantor terasa longgar, aku memilih untuk menikmati kemurnian alam sekitar.

Photo by. Anen
Lokasi. Areal persawahan Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Minggu, 22 Agustus 2010

Seger Bener


Tidaklah berlebihan kalau aku memberi judul gambar ini seger bener. Karna memang benar-benar segar saat berenang dikolam itu. Terletak didalam sebuah villa, aku tentu bisa bebas menikmati kesegarannya dengan privasi yang terjaga. Gerco, thank for your invitation.

Photo by. Gerco
Lokasi. Kolam renang Villa Bamboo, Candi Dasa, Karang Asem - Bali
Waktu. Tahun 2009

Tampil Beda


Buka puasa hari ke-10 benar-benar tampil beda. Tema menu hari itu adalah pecel kediri plus. Aku bilang plus karna tidak sengaja aku dapati durian ditoko sembako. Ya sudah karna harganya cocok dan musimnya yang sebenarnya belum datang, set set set! Maka dengan cepat durian itu tersaji manis diatas meja makanku.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Ruang tamu mess karyawan Taman Buaya Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Sabtu, 21 Agustus 2010

Buka Sendirian


Lagi-lagi aku harus buka sendirian. Menu kali ini tidak terlalu istimewa. Tapi yang namanya berbuka, apa saja menjadi enak di lidah. Seperti dalam menu itu, Sup bakso,tempe kering, krupuk udang dan minumannya soda gembira. Alhadulillah sih ya! Bisa gembira juga.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Ruang tamu mess karyawan Taman Buaya Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Kamis, 19 Agustus 2010

Selasa, 17 Agustus 2010

Kado Yang Menggemaskan

Kado yang paling istimewa untuk HUT Negriku RI ke-65 ini adalah keberhasilan pemerintah membuat "gemas" aku (yang pasti) dan (mungkin) sebagian lain masyarakat. gemas. Menggemaskan karna benar-benar terkesan lamban dalam bersikap dan menjadi kado karna terjadi dibulan kemerdekaan. Penahanan atas tiga petugas dinas kelautan dan perikanan (DKP) oleh polisi Malaysia karna telah menangkap tujuh warganya diperairan Indonesia. Itulah kado yang istimewa itu.

Lagi-lagi karna aku buta tentang batas wilayah antar negara, maka disini aku hanya gemas dengan sikap pemerintah atas kasus diatas. Betapa tidak, reaksi pertama yang muncul dari Kementrian kelautan adalah meminta Kementrian luar negri untuk mengurusnya dengan alasan menyangkut batas wilayah negara. Sementara Kementrian luar negeri mengatakan tidak bisa gegabah menangani masalah ini karna batas wilayah di tempat kejadian memang belum jelas. Senada dengan kedua intansi tadi, Presiden SBY juga hanya meminta masalah itu diselesaikan dengan sebaik-baiknya, tanpa ada sikap yang tegas. Bahkan untuk sekedar mengirim nota protes saja tidak dilakukan dengan alasan tidak mau gegabah. Hal ini berbeda jauh dengan pemerintah Malaysia yang langsung meminta ketujuh wargannya dibebaskan. Bahkan ketika kantor keduataannya di Indonesia didemo dan mengalami sedikit kerusakan, pihaknya langsung mengirim nota protes. Dari cara menangani masalah ini saja, jelas bahwa Malaysia ternyata lebih berani dan tegas. Padahal bila dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk, seharusnya Indonesia jauh lebih berani. Siapa yang tidak gemas coba, ha!! Lebih geregetan lagi ternyata akhirnya Indonesia harus menyerah dan menukarkan tiga petugas DKP dengan tujuh nelayan yang ditangkapnya. Sudah begitu katanya ini bukan penukaran tapi hasil diplomasi. Tobat dah!!

Sebagai warga negara Indonesia, aku tidak pernah ihlas dengan cara penyelesaian diatas. Apapun namanya yang jelas tiga petugas DKP Indonesia telah ditukar dengan tujuh pencuri ikan Malaysia. Sungguh, ini sama dengan memberi pupuk bagi Malaysia untuk terus menumbuhkan keberanian menantang Indonesia. Dalam benak mereka bisa saja berkata "Indonesia, badannya saja besar tapi nyalinya kecil" begitulah kira-kira sehingga dengan penuh percaya diri mereka selalu melakukan provokasi. Apalagi setelah melihat akhir dari masalah-masalah yang dihasilkan. Aku yakin Malaysia akan semakin meningkatkan provokasinya sambil terus memantau sejauh mana kemampuan Indonesia menjaga wilayahnya. Kalau dirasa tepat, Malaysia akan mengambil alih sedikit demi sedikit tanah-tanah kita Indonesia.

Sungguh merupakan kado yang menggemaskan dan 'berhasil'. Akau tidak akan pernah melupakannya. Terimakasih Fadel Muhammad, terimakasih Marti Natalegawa, dan terimakasih Susilo Bambang Yudoyono. Lanjutkan membangun "negara" hingga tercapai semua apa yang kalian cita-citakan. Tobat!!
Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!!

Senin, 16 Agustus 2010

Hhm... Maknyuss


Beginilah suasana buka bersama petang itu. Dari sini, Anen, Wardi dan Mustam. Ada lagi yang tidak ketangkap kamera, Pito, Aku dan Warsidi. Kita berenam menikmati menu spesial kemerdekaan. Hhm... Maknyuss!! Semua merasa puas, baik rasa menunya maupun kebersamaannya.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Ruang tamu mess karyawan, taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Senin, 16 Agustus 2010

Hidangan Lain


Masih dari rumah yang menjadi mess-ku di taman buaya, inilah hidangan lain dari pada yang lain. Ceritanya kita akan buka bersama seluruh karyawan yang tinngal di mess sekaligus menyambut hari kemerdekaan RI ke 65. Setelah makan-makan, musik dangdut koplo juga siap menemani hingga larut malam.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Ruang tamu mess karyawan, taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Senin, 16 Agustus 2010

Ayo Disantap


Begitu jarum jam menunjuk angka 6;21 wita.. Ayo santap!! Begitu teriakku mengawali buka bersama. Teman-temanpun tak kalah gesit. Set set set, dalam sekejap sudah tersaji seporsi menu dipiring masing-masing. Ayam bakar, fanta dan aneka camilan membuat buka bersama Ramadan tahun ini benar-benar dinikmati.

Photo by. Pito
Tempat. Ruang tamu mess karyawan, taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Senin, 16 Agustus 2010

Buka Bersama


Inilah menu buka di hari kelima. Ya, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 65, kami seluruh karyawan Taman Buaya Bali mengadakan acara buka bersama. Ayam bakar adalah tema menu kali ini, mengulang kebersamaan seperti dimalam tahun baru 2010 kemaren.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Ruang tamu mess karyawan, taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Senin, 16 Agustus 2010

Buka Puasa


Ada kurma, segelas susu dan sambel lengkap dengan kangkung dan nasinya. Begitulah menu buka puasaku dihari ketiga Ramadhan 2010. Ada satu lagi, krupuk pedas tak ketinggalan dimeja. Meskipun lebih banyak sendiri, namun aku tetap menikmati bulan puasa tahun ini.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Mess room, Taman Buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. Sabtu, 14 Agustus 2010

Menu Terakhir


Inilah menu terakhir diner malam ini. Karna besok namanya bukan diner lagi, melainkan buka puasa. Ya, selamat datang bulan Ramadhan, aku menyambutmu dengan permintaan maaf atas segala dosa. Tuhan, terimakasih telah membawaku bertemu dengan Bulan Ramadan tahun ini.

Photo by. Doell Ohara
Tempat. Ruang tamu mess, taman buaya, Mengwi, Badung - Bali
Waktu. 10 Agustus 2010

Minggu, 15 Agustus 2010

Mudahnya Bersilat Lidah

Mengikuti sepak terjang Jaksa Agung dan Kapolri akhir-akhir ini, benar-benar membuat aku bingung. Aku yang memang buta akan hukum dan penegakannya, merasa semakin gelap ketika harus menyaksikan sikap aneh kedua tokoh sentral di kejaksaan dan kepolisian itu. Aku bilang aneh karna keduanya begitu mudah mengeluarkan kata-kata lalu bersilat lidah untuk membuatnya sesuai kebutuhan yang berkembang. Kata-kata pertama sering menjadi bias bahkan nampak tidak pernah diucapkan karna banyaknya kata-kata yang keluar setelahnya, baik oleh mereka langsung atau oleh orang-orang disekelilingnya. Yang paling aku ingat adalah soal rekaman Ade-Ari dalam kasus Angodo karna kebetulan menyakut dua tokoh itu. Yakni, Hendarman Supanji sebagai Jaksa Agung RI dan Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri.

Berawal ketika keduanya bertemu dengan Komisi III DPR RI, muncul berita adanya rekaman pembicaraan antara Ade Raharja dan Ari Muladi. Entah benar-benar diucapkan atau tidak kata "rekaman" dalam pertemuan itu, yang jelas berikutnya yang terjadi adalah adanya satu pihak yang bersikukuh rekaman itu ada dan pihak lain yang menyangkalnya. Kedua belah pihak saling menguatkan pendapatnya, bahkan Jaksa Agung dan Kapolri dengan penuh percaya diri bahwa rekaman itu akan menjadi bukti kuat dipengadilan. Ketika tiba waktunya rekaman yang telah heboh diperbircangkan itu diminta oleh pengadilan, sedikit demi sedikit rasa percaya diri keduanya berubah seolah panik. Entah benar-benar panik atau tidak yang jelas banyak kata-kata terucap yang mengesankannya. Tidak hanya terkesan panik, mereka juga berusaha hendak mengelak dan tidak pernah menyebut kata "rekaman". Sekali lagi banyak kata-kata diucapkan untuk meyakinkan hal itu, baik langsung oleh keduanya maupun orang-orang disekelilingnya. Benar saja, ketika rekaman itu akhirnya tidak bisa dibawa ke pengadilan, mereka pun resmi membantah telah mengucapkan kata "rekaman" saat bertemu komisi III DPR RI yang menjadi awal berita tentang rekaman itu. Sebagai gantinya, kemudian mereka membicarakan CDR, yaitu data panggilan keluar masuk yang konon bisa membuktikan adanya komunikasi antara Ade dan Ari.

Orang sekelas Jaksa Agung dan Kapolri, begitu mudah melontarkan sebuah wacana, membiarkannya berkembang lalu ketika wacana itu nampak merugikan, mereka tidak segan-segan menariknya. Tidak hanya pada kasus rekaman Ade-Ari saja, banyak kata-kata lain seperti bantah-membantah adanya rekayasa kasus Bibit-Candra, keterlibatan bebera jaksa pada mafia hukum, rekening mencurigakan dan masih banyak lagi kasus, dimana kata-kata pertama yang keluar, sering kali berbeda maksud dengan kata-kata berikutnya, seolah menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Jabatan, wibawa dan kehormatan dibangun hanya dengan kata-kata.

Pertanyaannya adalah, benar atau salah hal itu dilakukan? Melanggar hukumkah? Atau jangan-jangan aku yang salah memahami apa yang mereka lakukan! Jika memang yang kedua adalah benar. Apakah aku termasuk melanggar hukum? Aku sungguh buta tentang hukum dan penegakannya. Semakin bingung ketika banyak kata-kata yang aku dengar, yang seharusnya menambah pengetahuanku, justru berakhir tanpa bisa aku simpulkan. Lalu kemanakah aku harus melihat contoh penegakan hukum, jika Jaksa Agung dan Kapolri tidak bisa menunjukkannya.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ayo Dukung Qory..!!

Ajang kecantikan ratu sejagad atau yang lebih dikenal dengan Miss Universe akan digelar lagi tahun ini di Mandalay Bay Resort and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Negara kita diwakili oleh Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2009 dari NAD. Sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang kecantikan itu, belum sekalipun Indonesia memenanginya. Paling tinggi adalah Artika Sari Dewi yang berhasil menembus 15 besar pada tahun 2005. Nah, saat ini, kesempatan itu datang kembali. Bersama 82 kontestan lainnya, Qory Sandioriva akan membuktikan siapa yang paling layak menjadi Miss Universe 2010.

Sebagai warga negara yang baik dan menyukai kecantikan, aku mengajak teman-teman yang kebetulan membaca blog ini untuk ikut mendukung wakil negara kita, setidaknya untuk menjadi Miss Favorite atau Miss pilihan masyarakat. Caranya masuk ke situs resmi www.missuniverse.com kemudian sign in. Bila belum punya akun disana, daftar dulu dengan cara klik 'sign in' lalu pilih 'create one' setelah itu masukkan data yang diminta. Palsu juga tidak apa-apa yang penting bisa dipertanggung jawabkan. Klik 'submit' bila sudah lengkap. Setelah muncul pesan yang menyatakan kamu sudah terdaftar, sign in kembali sesuai dengan akun yang baru saja kamu daftarkan. Adapun cara untuk memberi suara adalah pilih profil wakil negara kita yang dalam hal ini adalah Qory Sandioriva. Lalu klik lima bintang berderet, pastikan tanda panah kamu menyentuh bintang kelima hingga menyala kelima-limanya. Setelah itu tunggu sampai muncul pesan bahwa kamu telah berhasil memberikan dukungan untuk salah satu peserta pemilihan Miss Universe 2010.

Demikianlah informasi ini aku tulis, semoga bermanfaat dan bisa mendongkrak suara Qory Sandioriva hingga menjadi Miss Universe favorit masyarakat. Syukur-syukur bisa mempengaruhi penilaian dewan juri sehingga mereka akan memilih wakil Indonesia itu untuk menjadi Miss Universe 2010. Amin.

Selasa, 10 Agustus 2010

Kemana Akan Pergi Setelah Mati

Sabtu, 07 Agustus 2010 mungkin adalah hari yang tidak akan terlupakan bagi beberapa anggota dewan yang saat itu tengah menaiki perahu diperairan Bunaken Sulawesi Utara. Perahu yang mereka tumpangi dihempaskan ombak ke tembok dermaga dan hancur berkeping-keping. Dua orang tewas seketika dan salah satunya adalah Setia Permana, Anggota Komisi III DPR RI.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. Disini aku tidak akan membahas kecelakaan itu apaupun tentang para korbannya. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa ternyata banyak komentar-komentar bernada syukur dan caci dihampir semua berita yang mengulasnya. Hal inilah yang memicu aku untuk berkata.. "Banyak orang kecewa terhadap anggota dewan, hingga kematiannya pun tidak membuat mereka simpati". Kematian seseorang biasanya akan mengundang simpati dan belasungkawa dari orang lain, tapi tidak kali ini. Aku baca dari detik.com, hampir semua komentar yang ada, justru bernada sinis dan cenderung menyumpahi. Aku sendiri sempat berpikir jangan-jangan benar kata mereka, ini adalah hukuman dan keadilan Tuhan. Memang kurang etis kalau kita menghujat orang yang sudah meninggal, tapi aku rasa tidak berlebihan juga kalau akhirnya banyak yang melakukan hal itu. Justru itu akan bermanfaat bagi anggota dewan lainnya yang mau berfikir.

Sebagai pemegang amanat rakyat dalam bernegara, hendaknya bisa berbuat yang terbaik. Setidaknya tidak menampakkan kenyamanan hidupnya di hadapan rakyat yang masih menderita. Satu kenyataan berbicara, seorang anggota dewan yang meninggal dengan tragis justru disyukuri. Inilah menurutku dampak dari rasa kesal yang menumpuk. Kekecewaan demi kekecewaan diberikan oleh anggota dewan silih berganti. Tidak perlu aku sebutkan disini, karna banyak media telah memberitakannya. Yang jelas bila anggota dewan lainya tidak ingin mengalami hal yang sama dengan Setia Permana, masih ada waktu untuk memperbaiki.

Kepada beberapa anggota dewan yang terhormat. Kiranya apa yang dialami oleh salah satu teman kalian, hendaknya menjadi pendorong untuk memulai gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Bila terlalu sayang dengan apa yang telah kalian nikmati selama ini, lakukanlah perubahan itu setidaknya untuk diri kalian sendiri. Bila akhirat terlalu jauh dari jangkauan cara berpikir kalian, maka pikirkan saja tentang nama baik, pencitraan dan harga diri sendiri. Namun bila ternyata masih enggan melakukannya, baiklah, lakukan perubahan itu demi kenyamanan batin sendiri. Ingat, was-was dan desiran darah yang terlalu sering, bisa memicu depresi hingga gila mendadak. Apa bila dengan semua itu, kalian masih berat juga memulai satu perubahan? Hendaknya kalian mulai bertanya.. "kemana aku pergi setelah mati"

Kamis, 05 Agustus 2010

Satu Titisan


Bermula dari pasangan mbah Sukemi dan Mbah Jaenab, kita semua ini masih satu titisan. Entah sudah generasi keberapa yang jelas, dari kiri Mbak Nik, anaknya Pak de, Anis, cucunya Bude, Tafik, keponakan Mbak Nik dan yang diatas adalah Huda, sepupu Anis. Kita semua foto saat ada kesempatan. Karna tempat kita memang berjauhan.

Photo by. Profesional Photograper
Lokasi. Taman studio photo Mitra, Pucang, Kandangan, Kediri - Jatim
Time. Unknown. Sebelum tahun 2002

Persiapan


Dalam rangka kegiatan rutin khitanan masal,aku dan beberapa teman di panti asuhan NU An-nur melakukan persiapan disalah satu ruangan yang akan dijadikan tempat jamuan para tamu undangan. Dari kiri, aku, Ari, Aziz, Dani, Bu Lilik, Salma dan unknown.

Photo by. Uknown
Lokasi. Ruang kelas panti asuhan NU An-nur Kota Kediri - Jatim
Time. Sekitar tahun 2003 - 2006

Pangeran


He he seperti pangeran dari kerajaan mana ya? Kasih tahu donk... Ini foto aku bikin sesaat sebelum mengikuti ujian nasional SLTP. Rasanya berat banget harus memotong habis rambut itu, tapi ya sudahlah, demi masa depan. Karna untuk mengikuti ujian itu, aku harus berpenampilan rapi.

Photo by. Profesional Photograper
Lokasi. Stodio Photo Asral, Jl. Jombang, Kandangan, Kediri - Jatim
Time. Sekitar tahun 2003

Jaya Hartono


Aku foto bersama Jaya Hartono di panti asuhan NU An-nur. Hampir setiap kali Persik menjamu lawan-lawannya di stadion Brawijaya dalam laga divisi utama sepak bola Indonesia, beliau selalu datang meminta doa anak-anak disini. Akupun memanfaatkan salah satu momen itu menjadi istimewa.

Photo by. Unknown
Lokasi. Kantor panti asuhan NU An-nur, Kota Kediri - Jatim.
Time. Sekitar tahun 2003 - 2006

Tokoh Terkenal


Beberapa anak yayasan panti asuhan NU An-nur Kota Kediri foto bersama tokoh terkenal. Dia adalah Jaya Hartono. Pelatih sepak bola yang sukses membawa Persik Kediri menjuarai liga utama Indonesia 2003. Dari kiri, Udin, aku, Pak Jaya Hartono, Ari, Gofar, Bu Hanim. Yang nongkrong, Hamid, Habib, Udin, Sulton dan Heru.

Photo by. Unknown
Lokasi. Kantor panti asuhan NU An-nur Kota Kediri - Jatim.
Time. Sekitar tahun 2003 - 2006

Rabu, 04 Agustus 2010

Bundaran SLG


Lama tidak pulang ke kampung halaman, aku menemukan Kediri menjadi benar-benar asing bagiku. Simpang lima gumul atau lebih dikenal dengan bundaran SLG, adalah satu dari sekian perubahan yang terjadi. Akupun mengabadikannya menjadi latar belakang fotoku saat itu.

Photo by. Fai
Lokasi. Area SLG, Kediri - Jatim
Time. Minggu, 25 Juli 2010

Diatas Awan


Sensasi terbang diatas awan. Sungguh karunia yang luar bisa jikalau akhirnya manusia bisa merasakannya. Inilah sesungguhnya satu dari sekian maha karya keagungan Tuhan bagi orang-orang yang berpikir.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Pesawat Mandala dalam penerbangan Surabaya - Denpasar.
Time. Senin, 26 Juli 2010

Minggu, 01 Agustus 2010

Dijemput


Anen, dialah yang menjeputku di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Katanya pas berangkat mobilnya sempat mogok didaerah Kapal. Untunglah akhirnya aku berhasil dijemput juga meski sangat terlambat. Bayangin aja harus menunggu dua jam lebih sendirian.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Dalam mobil saat perjalanan Bandara - Mess tempat kerja, Badung - Bali.

Facebook


Bukan saja menganggur, mereka malah bermain Facebook. Mereka juga tertawa terbahak-bahak, seoalah itu adalah ruangan pribadi. Padahal tepat didekatnya aku dan temanku sedang membuat laporan kehilangan. Bukan hanya membuat tak nyaman, menurutku apa yang mereka lakukan juga tidak etis.

Photo by. Doell Ohara
Lokasi. Ruang pelayanan masyarakat, Polres Badung, Mengwi Badung - Bali.
Time. Senin, 02 Agustus 2010