Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Senin, 31 Mei 2010

Memberantas Teroris Dengan Teror. Efektif?


Densus 88 semakin gencar melakukan penangkapan para pelaku teror. Bahkan beberapa orang yang diduga teroris harus meregang nyawa ditepat penangkapan. Haruskah terorisme dilawan dengan teror juga? Inilah yang ingin aku sampaikan dalam posting kali ini.

Polri, sebagai penegak hukum memang berhak melakukan tindakan-tindakan demi penegakan hukum itu sendiri. Namun selayaknya tindakan itu jangan menjadikan masyarakan justru bersimpati kepada orang-orang yang melanggar hukum. Adanya penyergapan yang arogan dan ditengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini, jelas tidak mudah diterima akal sehat. Dampaknya banyak masyarakat yang semakin dendam terhadap kepolisian dan memunculkan niat yang sebelumnya tidak ada untuk mengacau keamanan. Apalagi dengan berbagai masalah yang mendera internal polri akhir-akhir ini. Masyarakat banyak yang 'gemes' dengan kepolisian. Janganlah latah dengan sedikit-sedikit teroris. Mentang-mentang tidak ada yang protes, lalu setiap penyergapan bertemakan terorisme. Ingat kepolisian punya sejarah buruk tentang salah tangkap, salah identifikasi dan lain sebagainya. Bagaimana kalau ini terjadi dalam sebuah penyergapan? Apalagi kalau salah satu pertimbangan yang dipakai adalah pengakuan orang yang ditangkap. Aku merasa, kalau tidak ada yang protes, kedepan kepolisian, dalam hal ini adalah Densus 88 akan lebih sering beraksi atas nama pemberantasan terorisme. Yang aku takutkan adalah ketika hal itu dijadikan komoditi politik kekuasaan. Sebagian dari kita adalah bangsa yang latah dan memiliki sejarah tentang itu.

Aksi terorisme muncul karna sempitnya cara berpikir dan adanya ketidakpuasan yang berujung pada sebuah aksi kekerasan. Bila dihadapi dengan kekerasan maka yang tersisa adalah dendam abadi yang bisa membara sewaktu-waktu. Jadi alangkah baiknya kalau semua yang berkepentingan dalam penghentian aksi teror ini, mulai melakukan pendekatan, menanamkan cara berbikir yang terbuka kepada semua lapisan masyarakat. Ingat, kalau sebagian orang berhasil mempengaruhi yang lainnya untuk melakukan aksi terorisme, itu adalah adanya pendekatan yang berhasil. Maka dari itu, hal sebaliknya mestinya juga bisa dilakukan. Atau jangan-jangan di kepolisian memang tidak ada sumber daya manusia dalam hal ini? Sehingga dipenjara pun banyak yang memilih ikut teroris. Hhm, bisa jadi benar kalau perekrutan anggotanya berdasarkan uang dan materi.

Photo by. Doell, 14/05 '10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar