Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Senin, 31 Mei 2010

Memberantas Teroris Dengan Teror. Efektif?


Densus 88 semakin gencar melakukan penangkapan para pelaku teror. Bahkan beberapa orang yang diduga teroris harus meregang nyawa ditepat penangkapan. Haruskah terorisme dilawan dengan teror juga? Inilah yang ingin aku sampaikan dalam posting kali ini.

Polri, sebagai penegak hukum memang berhak melakukan tindakan-tindakan demi penegakan hukum itu sendiri. Namun selayaknya tindakan itu jangan menjadikan masyarakan justru bersimpati kepada orang-orang yang melanggar hukum. Adanya penyergapan yang arogan dan ditengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini, jelas tidak mudah diterima akal sehat. Dampaknya banyak masyarakat yang semakin dendam terhadap kepolisian dan memunculkan niat yang sebelumnya tidak ada untuk mengacau keamanan. Apalagi dengan berbagai masalah yang mendera internal polri akhir-akhir ini. Masyarakat banyak yang 'gemes' dengan kepolisian. Janganlah latah dengan sedikit-sedikit teroris. Mentang-mentang tidak ada yang protes, lalu setiap penyergapan bertemakan terorisme. Ingat kepolisian punya sejarah buruk tentang salah tangkap, salah identifikasi dan lain sebagainya. Bagaimana kalau ini terjadi dalam sebuah penyergapan? Apalagi kalau salah satu pertimbangan yang dipakai adalah pengakuan orang yang ditangkap. Aku merasa, kalau tidak ada yang protes, kedepan kepolisian, dalam hal ini adalah Densus 88 akan lebih sering beraksi atas nama pemberantasan terorisme. Yang aku takutkan adalah ketika hal itu dijadikan komoditi politik kekuasaan. Sebagian dari kita adalah bangsa yang latah dan memiliki sejarah tentang itu.

Aksi terorisme muncul karna sempitnya cara berpikir dan adanya ketidakpuasan yang berujung pada sebuah aksi kekerasan. Bila dihadapi dengan kekerasan maka yang tersisa adalah dendam abadi yang bisa membara sewaktu-waktu. Jadi alangkah baiknya kalau semua yang berkepentingan dalam penghentian aksi teror ini, mulai melakukan pendekatan, menanamkan cara berbikir yang terbuka kepada semua lapisan masyarakat. Ingat, kalau sebagian orang berhasil mempengaruhi yang lainnya untuk melakukan aksi terorisme, itu adalah adanya pendekatan yang berhasil. Maka dari itu, hal sebaliknya mestinya juga bisa dilakukan. Atau jangan-jangan di kepolisian memang tidak ada sumber daya manusia dalam hal ini? Sehingga dipenjara pun banyak yang memilih ikut teroris. Hhm, bisa jadi benar kalau perekrutan anggotanya berdasarkan uang dan materi.

Photo by. Doell, 14/05 '10

Agama oh Agama

Akhir-akhir ini marak diberbagai media pembicaraan tentang hal-hal yang menyinggung kehidupan beragama. Seseorang yang mengaku penganut Agama satu melecehkan Agama yang lain. Sebenarnya apa motivasi mereka?

Semua Agama pasti mengajarkan hal-hal positif dalam kehidupan umat manusia dan lingkungannya. Sehingga jelas sudah bahwa adanya saling menjatuhkan diantara mereka bukan merupakan wujud agama itu sendiri, melainkan pengaruh emosi dan sempitnya cara berpikir.
Dengan semakin pesatnya arus informasi dan komunikasi, tentu sebagai umat beragama kita dituntut untuk memiliki jiwa besar dan pikiran terbuka. Karna tidak tertutup kemungkinan hal-hal yang kecil dan jauh bisa menjadi besar dan cepat hanya karna salah pengertian. Kalau sudah demikian yang terjadi, tentu yang rugi adalah kita sendiri. Dan orang-orang yang selama ini berkepentingan dengan kekacauan dunia akan tertawa puas. Disini lah, dibutuhkan keterbukaan berpikir yang dewasa, karna mereka yang memang suka mengadu domba akan selalu melancarkan provokasinya, khususnya di dunia maya. Dunia yang begitu dekat dan cepat.

Ada satu hal mudah sebenarnya yang bisa dilakukan untuk menghindari adanya gejolak akibat pergesekan berlatar belakang agama. Yakni dengan mengembelikan semua kepada agama sendiri. Sesungguhnya agama diturunkan untuk menata kehidupan agar damai penuh kasih. Maka sudah pasti semua kekerasan, apapun alasannya, tidak bisa di benarkan. Ingat, iman dan pahala adalah urusan seseorang dengan Tuhannya. Jadi tidak selayaknya kita melukai sesama

Jumat, 28 Mei 2010

Vote Komodo! Perez!!


Inilah Indonesia, belum apa-apa sudah mengajukan dana. Tanpa malu-malu mereka merinci semua yang diperlukan. Entahlah, apa yang akan mereka mereka lakukan kalau ternyata tujuan utamanya tidak tercapai.
Beberapa hari terakhir negara-negara dunia, sibuk mengajak rakyatnya untuk bersuara di internet. Khususnya negara yang ada kawasannya masuk nominasi Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Yah, tujuh keajaiban baru memang akan ditentukan oleh poling di internet. Indonesia masuk dengan Taman Nasional Komodo (TNK) - nya. TNK memang menjadi satu-satunya tempat hidup kadal raksasa yang keberadaannya semakin terancam. Namun entah sengaja atau kebetulan, bebera yang berkepentingan pun dengan penuh semangat mengajukan dana. Untuk promosi katanya.

Inilah yang aku sebut kebiasaan latah. Seoalah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa biaya. Memang benar promosi tidak ada yang gratis, tapi melihat caranya meminta, sungguh membuat calon pemilih menjadi eneg! Aku sebagai rakyat biasa sudah tentu akan bangga memiliki kawasan yang menjadi salah satu keajaiban dunia, tapi itu tidak berarti aku akan rela-rela saja melihat miliaran rupiah dikucurkan yang katanya untuk promosi. Hah, promosi apaan! Kalau memang mereka bersungguh-sungguh, sudah pasti aku akan sangat mudah menemukan tempat untuk menyuarakan pilihanku. Lha ini? Mestinya mereka kreatif memasukkan TNK ke dalam topik perbincangan situs-situs jejaring sosial atau apalah, bukannya malah dana yang digedein untuk diminta, tapi aksinya nihil.

Tapi rasanya memang bukan di Indonesia kalau tidak seperti ini. Sedikit-sedikit dana, sebentar-sebentar uang. Ironisnya setelah dana didapat, kebanyakan mereka lupa dengan apa yang diperjuangkan. Lihat saja, aku yang hampir setiap hari lalu-lalang di internet, sampai saat ini belum tahu dimana harus menyuarakan dukungan untuk TNK. Awas, jangan bilang semua ini karna tidak ada dana untuk biaya publikasi di internet! Yang sebenarnya ini karna yang ada di otak mereka hanyalah dana dan dana.

Photo by. Doell, 17/05 '10

Senin, 17 Mei 2010

Piala Uber


Suasana ketika kita sedang nonton final piala uber Cina vs Korea. Di sebuah gubug kecil di
ujung belakang taman buaya. Dari kanan, Pito, Mustam, Anen, yang tidak kelihatan
disebelahnya ada Abdul dan Wardi. Kejutan karna akhirnya Cina menyerah 3-1 dan
membuat Korea berhasil
memenangkan piala itu untuk pertama kalinya.
Photo by. Take from movie, 15/05 '10

Selasa, 11 Mei 2010

Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan


Menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, Taman Buaya dan Reptil Indonesia Jaya Bali turut berpartisipasi memasang penjor. Penjor merupakan salah satu ciri khas utama dalam perayaan galungan. Ini terlihat dari antusiasme warga yang merayakan galungan untuk selalu memasang penjor dimanapun mereka tinggal. Termasuk karyawan taman buaya yang tinggal di dalam mess. Mereka bahu membahu membuat penjor, berlomba menerapkan kreatifitasnya pada sebuah bambu. Menghias penuh suka dan canda. Tak heran bila setiap galungan tiba, penjor dapat kita temui disepanjang jalan. Bahkan ruas-ruas kecil sekalipun.

Penjor, adalah sebuah bambu yang diambil dari pangkal hingga ujungnya. Lalu dihias dengan janur disepanjang ruas dan diujungnya terdapat yang paling ujung akan digantungkan sebuah sampiyan, yaitu hiasan menyerupai lampion yang terbuat dari janur yang sudah dikeringkan. Sampiyan akan menggantung di ujung bambu sehingga nampak melengkung menyerupai padi yang siap panen. Namun lebih panjang, lebih tinggi.

Itulah penjor, bambu yang terhias indah dengan janur aneka warna. Ditancapkan di sepanjang jalan. Menjadi indah dengan beragam warna dan kreasi. Namun tetap satu kesamaan, tinggi dan melengkung ke jalan. Bila kita datang ke Bali saat Galungan tiba, maka kita pasti bisa menikmati keindahan penjor. Penasaran? Silahkan datan ke Bali dan sekalian menyempatkan diri juga mampir ke taman buaya.

Photo by. Doell, 11/05 '10

Selesai


Akhirnya selesai juga pemasangan penjor. Setelah bekerja gotong royong bersama seluruh karyawan taman buaya, demikianlah hasilnya. Mewakili pimpinan dan seluruh karyawan taman buaya mengucapkan selamat hari raya galungan.
Photo by. Doell, 11/05 '10

Menjulang


Akhirnya penjor selesai dipasang. Dua-duanya tampak menjulang tinggi dikanan kiri pintu gerbang taman buaya. Inilah salah satu kebudayaan Bali yang patut dilestarikan. Penjor untuk menyemarakkan hari raya galungan.
Photo by. Doell, 11/05 '10

Ayo Angkat


"ayo angkat!!" Komando terdengar penuh semangat. Seketika itu penjor terakhir langsung terpancang. Berdiri siap menjulang seperti menantang langit. "terus! Ayo tancepin yang kuat"
Photo by. Doell, 11/05 '10

Terakhir


Agus membenahi ujung penjor sebagai sentuhan terakhir sebelum dilakukan pemasangan. Penjor-penjor selalu menghiasi semua ruas jalan di Bali dalam rangka hari raya galungan yang datang dua kali setahun.
Photo by. Doell, 11/05 '10

Siap Pasang


Dua penjor telah diselesaikan dan siap pasang. Lihat, nampak begitu panjang ketika dibawa menuju pintu gerbang. Saking panjangnya harus ditangani lima orang agar tidak rusak sampai tujuan.
Photo by. Doell, 11/05 '10

Senin, 10 Mei 2010

Hampir Jadi


Penjor-penjor yang dibikin sudah hampir jadi. Nanti, setelah tuntas pembuatannya, akan dipasang di kanan kiri pintu gerbang utama taman buaya. Seperti juga pintu gerbang lain disepanjang jalanan Bali. Inilah suasana setiap hari raya galungan tiba.
Photo by. Doell, 10/05 '10

Bahu Membahu


Seluruh karyawan taman buaya bahu membahu membuat penjor. Ciri khas utama setiap kali galungan datang. Selamat hari raya galungan ya bro.. Semua yang merayakannya.
Photo by. Doell, 11/05 '10

Halaman


Setiap pagi setelah membuka gerbang, aku biasanya duduk-duduk di depan pintu masuk utama taman. Pagi itu aku mencoba mengambil gambar halaman taman buaya yang terbentang didepanku.
Photo by. Doell, 03/05 '10

Minggu, 09 Mei 2010

Obras


Disela-sela kesibukanku kerja sebagai staf ofice di taman buaya (sebenarnya tidak sibuk-sibuk amat he he) aku menyempatkan diri bikin celana. Yah, buat diri sendiri sih, tapi terkadang juga buat orang lain. Photo diatas adalah obras langganan.
Photo by. Doell, 06/05 '10

Perawatan Buaya


Di Taman Buaya dan Reptil Indonesia Jaya, petugas kami juga rutin melakukan perawatan terhadap buaya-buaya secara rutin. Setiap pagi sebelum taman dibuka, petugas selalu berkeliling ke semua kandang untuk memastikan bahwa taman telah aman untuk dikunjungi. Sehingga disamping faktor keamanan, kondisi buaya juga bisa terpantau dengan baik. Apabila ada buaya yang sakit atau terluka, petugas segera tahu dan akan secepatnya memberikan tindakan yang diperlukan. Seperti pengobatan, dll. Dengan demikian, kesehatan buaya-buaya di taman juga terjaga dengan baik, seperti halnya keamanan yang terjamin.
Photo by. Doell, 10/04 '10

Teman Baik


Rafl Stevan, dia adalah teman baik yang aku kenal lewat social site. Kami bertemu di restoran Bali Deli, Seminyak. Dia memang benar-benar baik, ramah dan bahkan mendukung skill-ku sebagai penjahit.
Photo by. Selftimer, 13/04 '10

Berbaring Manis


Habis renang aku berbaring manja untuk sekedar menikmati kemewahan vila yang aku tempati. Tidak lama sih, tapi lumayan puas aku disana. Sampai serasa tidak mau pulang.
Photo by. Ralf, 13/04 '10

Indah


Anggrek yang ada di meja tamu itu, aku padukan dengan cempaka yang jatuh di tepi kolam. Hasilnya, wow! Indah banget. Seindah aktivitas yang aku lakukan bersama Ralf di vila itu.
Photo by. Doell, 13/04 '10

Siap


Namanya brekat. Nampak sudah siap dihidangkan dalam rangka syukuran yang digagas bapak entah dalam rangka apa. He he, yu Roh memang andus alias lihai dalam urusan menata brekat.
Photo by. Doell, 16/03 '10

Ibu - Ibu


Dalam acara tunangan adiku, turut pula rombongan ibu-ibu dari pihak calon pengantin pria. Mereka nampak sedang asik menikmati jamuan yang dihidangkan.
Photo by. Rohmat, 16/03 '10

Sendiri


Ditengah kemegahan plasa senayan yang ramai. Aku berphose sendiri dilantai tiga gedung itu. Dibelakang nampak ramai karna ada band Nidji di hall utama.
Photo by. Aldy, 07/03 '10

Menunggu


Photo yang pertamakali aku buat di Plasa Senayan. Sambil menunggu Denis, orang Singapura yang telah janjian dengan aku datang, aku abadikan diri sebelum semua terlambat.
Photo by. Doell, 07/03 '10

Doa Bersama


Bapakku memimpin doa bersama dalam rangka menutup seluruh rangkaian acara tunangan adik. Semoga apa yang diinginkan adiku benar-benar dikabulkan Tuhan.
Photo by. Rohmat, 16/03 '10

Gazebo


Mengambil gambar dari depan ruang utama, nampak kolam renang dibawahku dan gazebo dikejauhan. Aneka bunga juga berada disekeliling. Harum nan indah, semua dapat aku rasakan di vila itu.
Photo by. Ralf, 13/04 '10

Kolam Renang


Itulah kolam renangnya. Berada diantara ruang utama dan gazebo. Vilanya Ralf itu memang nampak luas memanjang. Hijau dan penuh bunga. Kapan ya aku bisa memiliki yang seperti ini?
Photo by. Ralf, 13/04 '10

Sabtu, 08 Mei 2010

Semilir


Angin sepoi terasa semilir, membawa hawa dingin menyentuh tubuh. Aku merasakannya sejenak setelah keluar dari kolam renang. Sore itu di vilanya, semilir angin benar-benar membuat aku bahagia.
Photo by. Ralf, 13/04 '10

Menu


Salah satu menu yang siap dihidangkan dalam acara tunangan adik. Ada ayam goreng, pecel lele, sayur lodeh, dll. Menu-menu tersebut sangat sederhana tapi begitu spesial dipersembahkan.
Photo by. Doell, 16/03 '10

Ramah


Masih dari acara tunangan adik. Nampak rombongan dari pihak calon suami. Suasana begitu akrab dengan orang-orang yang ramah. Photo by. Rohmat, 16/03 '10

Tunangan


Suasana ketika adikku Tunangan. Nampak dia berdampingan agak jauh dengan calon suaminya. Yah, semoga semua lancar sampai tercapai semua yang diinginkan.
Photo by. Rohmat, 16/03 '10

Penjor


Menyambut hari raya Galungan yang tinggal beberapa hari lagi, sudah nampak beberapa penjor yang terpasang dipinggir jalan. Seperti yang aku lihat dijalanan menuju Kintamani tempo hari.
Photo by. Doell, 01/05 '10

Seksi


Ini foto diambil oleh temanku di vilanya. Aku nampak seksi berphose diatas ranjang santai dipinggiran kolam renang vila itu. Kemaren juga sudah aku kirim photo itu ketemanku. Dia bilang 'so sexy'. Bagaimana menurut kamu?
Photo by. Ralf, 13/04 '10

Orkesan


Nah ini ni salah satu yang paling menyenangkan kerja di taman buaya. Pas lagi free time, kita bisa orkesan di halaman kantor. Dari depan, Pito, Samsul(alm), Agus.
Photo by. Doell, 11/04 '09

Berangkat Lagi


Ini adalah kesekian kalinya aku menunggu di stasiun Jombang, siap berangkat lagi. Sebulan terakhir sudah empat kali aku pulang pergi Jakarta - Kediri dalam rangka mengikuti pemilihan Kepala Urusan Keuangan Desa Damarwulan.
Photo by. Fai, 07/01 '09

Klasik


Kalau nampak klasik poto ini, itu memang betul. Karna aku photo sama keponakanku di halaman rumah dengan latar belakang yang apa adanya.
Photo by. Reni, 25/12 '08

Keren


Sempat-sempatnya gue bergaya ya? He he, pas mau pulang dari tempat Fai di Jakarta, eh, ada kacamata yang gue temu di PGC kemaren! Jadi deh gue berasa keren!! Padahal? He he
Photo by. Arifin, 07/03 '10

Photo Bersama


Dari kanan, Wardi, Mustam, Anen, Pito, Ely, Jaka, Anjar, Nur. Mereka berphose bersama ditengah hamparan rumput kebun raya. Sementara Abdul yang memphoto dan Agus sibuk mengatur mobilnya.
Photo by. Doell, 27/04 '10

Wow


Begitulah ekspresiku. Aku buat-buat sih. Abis patungnya lucu banget. Pas aku jalan ke sudut taman di kebun raya.. Wow!! Ada yang bikin kaget.
Photo by. Anjar, 27/04 '10

Istirahat


Hah.. Setelah bermain bola dan sebagian juga lelah berkeliling kebun raya, kita semua istirahat. Eh, untung ada yang jual kopi. Mak nyuss.. Udara dingin jadi asyik dah.
Photo by. Anen, 27/04 '10

Lengkap


Inilah gambaran paling lengkap perjalanan kami ke kebun raya Bali. Dari kanan ya, Wardi, Mustam, Jaka, Ely, Nur, Anjar, Abdul, Pito. Hanya satu yang kurang, Agus, karna dialah yang mengambil gambarnya.
Photo By. Agus, 27/04 '10

Bergelimang Harta


Inilah salah satu temanku yang narsis abis. Anjar, bergelimang harta dalam arti yang sesungguhnya. Yah, meskipun bukan punya sendiri, semoga suatu saat kita bisa seperti itu.
Photo by. Andra, 07/04 '10

Makan Malam


Akhir dari perjalanan kami ke kebun raya Bali. Kami makan malam di warung soto 'Cak Ri'. Warung itu adalah langgananku sejak awal aku datang di Bali.
Photo by. Anjar, 27/04 '10

Penuh Bakat


Kalau diperhatikan. Keponakanku yang satu ini nampak penuh bakat. Lihat saja photo-photonya, semua yang aku pasang disini nampak eksen yang luar biasa.
Photo by. Doell, 24/12 '08

Kamis, 06 Mei 2010

Sri Mulyani, antara bangga dan khawatir


Hari ini, Kamis, 06 Mei 2010 hampir semua surat kabar nasional dan daerah memberitakan Sri Mulyani. Wajahnya ada di halaman utama semua media yang memuatnya. Kemaren tak kalah seru, beberapa televisi swasta nasional mendadak bereaking news untuknya. Namanya pun menjadi trending topic di situs-situs pertemanan. Yah, per 01 Juni nanti, Sri Mulyani menjadi Managing Director World Bank, sebuah jabatan di Bank Dunia yang membawahi tiga wilayan dunia.
Aku mendadak bangga menjadi warga Indonesia, sama seperti Presiden SBY yang telah menyetujui pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Tapi aku juga khawatir dengan penguduran itu. Aku merasa ada kepentingan tidak tulus dibalik pemberian jabatan oleh Bank Dunia. Sebagai negara berpenduduk besar, Indonesia adalah konsumen potensial bagi mereka. Mereka tidak ingin potensi itu sia-sia. Itulah kenapa mereka tidak mengangkat Sri Mulyani jauh hari sebelum mengucurkan 6,7 T Rupiah untuk Bank Century. Padahal mereka telah mendengar sejak lama tentang kemampuan Sri Mulyani. Sejak sebelum mengangkat pejabat yang sekarang akan berhenti. Mereka justru menggodanya setelah dengan cepat Sri Mulyani menonaktifkan sepuluh atasan Gayus dalam kasus pajak. Tindakan itu bahkan lebih cepat dari Kejaksaan dan Polri. Tapi mereka tidak suka itu. Ada yang tidak ingin Indonesia keluar dari daftar negara korup, karna itu akan menghapus potensi yang ada.
Pengakuan dunia akan kemampuan Sri Mulyani membuat Bank Dunia berani memboyongnya ke Washington DC untuk mendukung perusahaan mereka. Disisi berikutnya mereka berhasil mempertahankan potensi konsumen mereka.
Lepas dari apapun motif Bank Dunia. Sri Mulyani adalah figur putra bangsa yang hebat. Aku setuju itu. Tapi aku tetap tidak setuju kebijakannya mengocorkan 6,7 T Rupiah untuk Bank Century. Sekarang tinggal bagaimana mencari orang yang mampu mengantikan dia di Departemen Keuangan. Karna ibarat rumah, departemen tersebut tergolong mewah dengan perabotan yang menggoda tapi penuh dengan tikus. Jadi Presiden SBY harus mampu menemukan kucing yang bisa menagkapnya tanpa memporakporandakan perabot yang ada didalamnya. Sulit? Usulku sih Rizal Ramli, seperti yang ada dalam benakku berikutnya.

Model by. Pito
Photo by. Doell, 06/05 '10

Rabu, 05 Mei 2010

Lumpur Lapindo


Dari dalam bus yang membawaku keluar terminal Bungurasih, aku mempotret tanggul yang menahan luberan lumpur lapindo di Sidoarjo. Bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia, kini hanya pasrah melihat saja.
Photo by. Doell, 17/03 '10

Bangun Tidur


Bangun tidur aku harus antri untuk mandi. He he itulah realita Jakarta untuk warga menengah. Meskipun dirumah sendiri, tetap semuanya serba gantian. Untung dirumah kakaknya Fai itu sudah ada kamar tidur baru diatas.
Photo by. Arifin, 07/03 '10

Selasa, 04 Mei 2010

Iseng


Ada-ada saja ulah salah satu teman kerjaku. Iseng banget dia. Orang lagi santai didepan taman menikmati buah-buahan dari Bu Hay, eh, main jepret aja. Tapi lumayan sih buat kenangan he he
Photo by. Anen, 05/05 '10

Obsesi Artis


Salah satu adiku. Sejak kecil bakat musiknya memang sudah kelihatan. Sekarang setelah dia dewasa, sudah punya band sih, tapi belum juga terkenal. Hhm, obsesi artis.
Photo by. Doell, 26/02 '10

My Mother


Dialah ibuku. Wanita paling tangguh yang pernah hadir dalam hidupku. Akan aku korbankan apapun untuk membahagiakan beliau. Dunia dan akhirat.
Photo by. Doell, 12/10 '08

Bertemu Artis


Di Jakarta Convention Centre aku bertemu artis. Saat itu aku menghadiri pemilihan putri Indonesia 2008, aku menyempatkan diri photo dengan Choky Sitohang.
Photo by. Ferry, 16/08 '08

Berdoa


Maunya sih diminta berdoa, eh malah cengengesan. Itulah Nizam, salah satu keponakanku.
Photo by. Doell, 09/10 '08

Halaman


Suatu pagi seperti biasa, sehabis aku membuka pintu gerbang, tiba-tiba aku ingin mengabadikan bendera yang berkibar gagah di halaman kantorku.
Photo by. Doell, 28/04 '10