Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Jumat, 30 April 2010

Dilema Ujian Nasional


Hari senin tanggal 26 April 2010 aku membaca sebuah headline salah satu surat kabar terbesar di Bali. "154.079 siswa tak lulus UN" Demikian surat kabar itu memberitakan. Berita itu mengusik aku untuk menulis posting ini.
Dulu, saat pertama kali nilai minimal diterapkan dalam UN (Ujian Nasional), aku kebetulan menjadi pesertanya di tingkat SLTP. Saat itu aku dan teman-teman sekelas di genjot habis-habisan frekuensi belajarnya. Hal ini tentu sangat positif untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Namun yang menyedihkan, muncul kekhawatiran dari banyak sekolah akan kemampuan siswanya, sehingga mendorong mereka untuk berbuat curang demi nama baik sekolah. Mereka bahkan memberikan jawaban langsung saat siswa mengerjakan soal.
Ironis memang, pemerintah menetapkan nilai minimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan sementara banyak sekolah justru menyikapinya dengan jalan pintas. Lalu dimana letak peningkatannya. Dulu aku sangat bangga mendapat nilai ujian tertinggi di sekolah dasar. Tapi aku tidak merasakannya lagi waktu di SLTP. Apalagi di SLTA, siswa yang tidak pernah mendapat nilai lebih dari 7 di setiap semesternya, mampu meraih nilai tertinggi. Hilang sudah semangat belajar. Sirna pula persaingan merebut prestasi. Banyak yang merasa tak perlu rajin belajar toh akhirnya juga sama. Nilainya pasti tidak jauh beda.
Baiklah, mungkin banyak yang bingung dengan tulisan ini. Intinya, aku melihat setelah nilai minimal kelulusan UN di terapkan, banyak sekolah yang mementingkan nama baiknya ketimbang mengajari siswannya menjadi orang yang tangguh, jujur dan berwawasan. Kalau demikian, bagaimana bisa nilai UN menjadi standar pendidikan? Semuanya penuh kecurangan.
Bagaimana menurut anda?
Photo by. Doell 29/04 '10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar