Selamat datang di website resmi Sego Pecel Cakdoell, Kamu bisa pesan makanan di sini atau sekedar berselancar untuk menukar wawasan. Gratis pesan antar untuk area Sembung, Kekeran, Pekilen, Binong, Sayan, Denkayu, Blayu dan sekitarnya. Selamat menikmati!

Selasa, 30 Maret 2010

Dilema Baik dan Buruk

Sering saya menjumpai teman yang berkata kepada teman yang lainnya.. "Percuma kamu memuja Tuhan kalau perbuatan setan masih kamu lakukan" ..Kalimat tersebut biasanya diucapkan ketika ada seseorang yang hendak beribadah, sementara yang lain jarang atau bahkan tidak pernah melakukannya. Menurut saya seseorang berkata seperti itu hanya untuk menutupi kemalasan dia atau sebagai pembenaran atas kelalaiannya menyembah Tuhan.
Karena tidak ada kata percuma untuk beribadah. Meskipun itu dilakukan oleh orang yang melakukan kejahatan. Siapapun kita, apapun setatus sosial kita, kalau mau beribadah ya beribadah saja. Kalau mau berbuat baik ya berbuat baik saja. Jangan mempertimbangkan apakah kita orang bejat atau berlumpur dosa. Karena kita tidak akan pernah tau dari mulut mana Tuhan akan menerima doa-doa. Kita juga tidak akan pernah tau ibadah yang mana yang akan diterima.
Dari pendapat yang saya kemukakan di atas, saya ingin berbagi pendapat bahwa ibadah atau perbuatan baik lainnya adalah poin sementara berbuat dosa atau hal-hal tercela lainnya adalah poin berikutnya. Keduanya tidak bisa bercampur aduk atau kalau dalam sebuah tabung, volum yang satu tidak akan mengurangi volum yang lain. Memang, yang paling baik adalah melaksanakan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Namun apabila berbuat keburukan telah menjadi hal yang lumrah dilakukan, apa salahnya kalau berbuat kebaikan juga menjadi kebiasaan. Hal itu tentu lebih mulya dari pada tidak pernah melakukan kebaikan padahal hidupnya dipenuhi perbuatan buruk.
Jadi beruntunglah mereka yang masih bisa berbuat baik atau melakukan ibadah lainya padahal di sekelilingnya penuh goda dan cobaan. Mereka telah mampu memegang teguh apa yang diyakininya benar dan itulah prinsip. Prinsip adalah modal utama manusia untuk memperoleh hidup seimbang. Kebahagiaan, rasa puas dan nyaman hati akan diperoleh oleh mereka yang memegang teguh prinsipnya. Sebaliknya orang yang gemar mempermainkan kata untuk menutupi kemalasannya, akan cenderung mengikuti apa yang mudah menurut keinginannya. Padahal mudah bagi bagi seseorang belum tentu mendatangkan hasil seperti apa yang dia harapkan.
Bagaimana menurut anda? Memilih beribadah sesuai keyakinan meski banyak mendapat ejekan atau justru lebih suka berkata-kata seperti beberapa teman yang pernah saya dengar ucapannya.. "Percuma kamu beribadah kalau perbuatan setan masih kamu lakukan"..?
Akhirnya semua berpaling pada diri kita masing-masing karena kita tidak akan pernah tau dari mulut mana Tuhan menerima doa-doa.

Senin, 29 Maret 2010

Korupsi dan Kecerdasan Bangsa

Dua tahun terakhir saya sering melihat banyak balita memiliki kecerdasan yang luar biasa, maksud saya bila dibandingkan dengan balita-balita yang saya lihat pada tahun-tahun sebelumnya. Dua contoh akan saya uraikan sebelum masuk ke pokok tulisan yang saya sajikan ini.
Pada medio 2008, saya naik metromin jurusan Pasar Minggu - Blok M Jakart. Disebelah saya duduk seorang ibu muda sedang memangku anaknya yang berusia sekitar dua tahunan. Sang ibu nampak lelah dan cenderung kurang peduli dengan polah tingkah anaknya. Sementara sang anak nampak asyik memainkan gelas air mineral yang tinggal terisi setengah lengkap dengan straw (sedotan) nya. Tiba saat hendak minum, saya melihat anak tersebut mengalami kesusahan karna gelas masih tertutup plastik dengan satu lubang kecil untuk straw. Berbagai cara dia coba untuk memasukkan air ke dalam mulutnya. Setelah sekian waktu berjuang akhirnya anak tersebut berhasil dengan memasukan straw ke dalam gelas, menutup ujung atas, mengangkatnya lalu dibuka di atas mulutnya. Terlihat jelas oleh mata saya bebera tetes air jatuh ke dalam mulut si anak itu. Keberhasilan anak tersebut membuat saya terheran-heran karena menurut saya hal itu belum tentu bisa dilakukan oleh anak usia 3 tahun.
Keponakan saya lebih heboh lagi. Pada usia 3 tahun dia mengajak saya untuk taruhan tentang warna yang akan muncul setelah dia mencampurkan minuman soda (berwarna merah) yang saya minum dengan sirup hijau yang dia bawa. Saya kalah karena menebak ungu sementara yang terjadi justru sama persis dengan tebakannya. Dia menunjuk gambar buah terung yang tertempelkan di dinding kamarnya. Begitulah akhir-akhir ini saya sering menemukan balita-balita dengan kecerdasan yang luar biasa di beberapa daerah.
Akhir bulan maret 2010 saya membaca berita di detik.com tentang vonis bersalah oleh pengadilan korupsi Inggris kepada perusahaan Innospec. Innospec terbukti menyuap beberapa pejabat migas Indonesia untuk melancarkan penjualan zat additif tetra
ethyl lead atau TEL yang dipakai untuk bensin bertimbal. Hal itu berdampak pada tertundanya penghentian pemakaian bensin yang mengandung TEL dari rencana semula tahun 1999 menjadi 2006. Sehingga masyarakat Indonesia harus merasakan dampak negatif pemakaian bensin tersebut. Bensin yang mengandung TEL sendiri (masih dari detik.com) menurut WHO dapat mempengaruhi perkembangan IQ pada anak.
Selanjutnya dari apa yang telah saya tuliskan di atas, saya menduga bahwa kecerdasan sangat dipengaruhi pencemaran dari pemakaian bensin ber-TEL mengingat sejak dihentikannya pemakaian bensin tersebut pada 2006, sekarang bisa dengan mudah ditemukan balita-balita dengan tingkat kecerdasan luar biasa.
Akhirnya saya ingin benar-benar meyakinkan diri saya bahwa korupsi, yang dalam hal ini telah menyebabkan tertundanya penghentian pemakaian bensin tersebut, telah berdampak pada kecerdasan bangsa sehingga menjadi tujuh tahun lebih lama untuk lebih cerdas. Masih banyak korupsi-korupsi lain dengan objek berbeda namun mempunyai dampak yang sama, menghambat kecerdasan bangsa.
Demikian opini saya atas apa yang saya lihat akhir-akhir ini. Tidak ada maksud untuk menyulut hal-hal negativ, sehingg apabila ada tulisan yang menyinggung pihak lain saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat, amin.